Jumat, 20 Oktober 2023

 

Hati Bersemayam di Tiga Tempat

Sesungguhnya dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika baik segumpal daging itu maka akan baiklah seluruh jasad manusia itu,namun jika segumpal daging itu rusak maka akan rusaklah seluruh jasad manusia itu,ingatlah segumpal darah itulah hati. (Hadits Ibnu Majah No.976)

Dalamnya lautan dapat diukur dalamnya hati tak ada yang tahu. Muslimin dan muslimat seringkali hati kita ini merasa sakit tapi kita tidak tahu,sakit apa yang dialami oleh hati kita ini. Sakit yang tak ada ujung dan tak ada pangkal.

Perut kita setiap hari kita kasih makanan,baik yang bergizi maupun yang kurang bergizi, jangankan daging sampai seblak, bakso ,lotek bahkan rujak kita juga kasih sama perut kita.

Sehingga kebutuhan perut ini selalu terpenuhi mungkin bahkan over, karena memang sangat perhatiannya kita terhadap kebutuhan perut ini. Kita selalu memperhatikan perut mungkin wajar,karena ketika perut kosong ada reaksi dari dalam perut yang sangat terasa yakni rasa lapar. Semua orang pasti merasakan ketika perut kosong akan merasakan lapar.

Berbeda dengan hati kita. Mungkin banyak yang belum tahu bahwa hati juga perlu makan. Namun banyak orang yang belum sadar apakah benar hati itu perlu makanan. Kalau memang perlu apa makanan hati itu ?. Sebongkah pertanyaan pun terus mengalir.

Kita tahu betapa pentingnya hati jika melihat hadits nabi diatas. Seseorang memang baik atau tidaknya tergantung dari hati yang dimiliki oleh orang itu. Jika hatinya baik maka baiklah ia dan kelakuannya namun sebaliknya.      

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata :”carilah hatimu di tiga tempat ini ; di saat engkau mendengarkan al-Qur’an, di saat engkau berada di majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi” (Al-Fawaid 1/148)

Dari pernyataan di atas kita bias mendapatkan tiga makna yang terkandung, pertama ketika kita mendengarkan kalam ilahi ingatlah hakikat yang berbicara adalah Allah Swt. Seakan Allah Swt berkata langsung kepadamu,apakah engkau memperhatikannya atau tidak?. Pantas jika orang yang mendengarkan lantunan al-qur’an hatinya hadir karena dzat yang serba maha sedang mengajak berdialog kepadanya.

Kedua ketika engkau ada dimajlis dzikir (majlis ilmu) hatimu hadir, pantas karena dzikir itu mengingat Allah Swt, menggugah hati kita agar sadar bahwa ucapan tasbih,tahlil, takbir dan lain sebagainya termasuk nasihat-nasihat dari sang guru mengajak hati untuk ingat kepada dzat sang pencipta, sang pemberi, sang petunjuk, dan sang pencerah. Wajar dan seharusnya ketika ada di majlis dzikir (majlis ilmu) hati ingat kepada-Nya.

Ketiga ketika sedang sendirian bermunajat kepada-Nya. Berkhalwat merupakan kebiasaan yang dilakaukan para Nabi dan orang-orang saleh. Nabi Muhammad SAW berkhalwat di Gua Hira tak kurang dari 40 hari demikian pula Nabi Musa di Bukit Sinai.

Dalam kesendirian ada hati yang dirundung sunyi,pantaslah bila di sana kita teringat segala macam dosa, noda, nista dan cela kita. Juga keburukan dan kebobrokan kita, maka hati hadir bersimbah sujud di hadapan Dzat yang serba maha. Bersimbah pula air mata ini karena duka yang mendalam atas banyaknya salah dan dosa yang diderita. Maka hati hadir tatkala kita berkhalwat. Waspadalah jika di tiga tempat tadi hati kita tidak ada !

Penulis adalah Guru  PAI  SDN Cicalengka 08  dan Wakil Katib MWCNU Rancaekek Kab.Bandung      

 

BODATA PENULIS

NAMA                                   : SAEPUDIN, S.Pd.I, M.Pd.I

TTL                                         : BANDUNG 23-12-1975

ALAMAT                               : MARIUK, BOJONGSALAM RANCAEKEK BANDUNG

UNIT KERJA                         : SDN CICALENGKA 08     KAB. BANDUNG

Aktifitas Lain                      : Wakil Katib MWCNU Rancaekek Kab. Bandung

PENDIDIKAN                      : S-1       IAI IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO JATIM

                                                S-2          UNINUS  BANDUNG

ALUMNI PONPES             : 1. TARBIYATUN NASYIIN JOMBANG JATIM

   2.  MA’HAD ALY PONPES SALAFIYAH SYAFIIYAH SUKOREJO SITUBONDO JATIM

NO REK                                 : 0074045537100  (BANK BJB)

 

 

 

                        

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar