Siapkan Segudang Motivasi (liburan) untuk Anak Didik !
“Semakin banyak yang anda baca,
semakin anda mengetahui banyak hal, semakin banyak anda belajar semakin banyak
tempat yang akan anda kunjungi.” (Theodor
Seuss Giese)
Salah satu bentuk motivasi terhadap
kita bahkan terhadap siempunya juga. Kegiatan appersepsi guru pada pendahuluan
mengajar seringkaliterlupakan. Kesempatan yang memang seharusnya dimanfaatkan
guru agar tidak menjadi gamang dalam proses pembelajaran bila appersepsi
dilakukan di tengah-tengah kegiatan pembelajaran.
Pada kesempatan appersepsi ini guru memberikan
dorongan/motivasi kepada siswa agar mau belajar, agar mau memperbaiki diri,
agar mau melangkah kepada keadaan yang lebih baik.
Dalam memberikan motivasi guru harus
betul-betul menjadi orang yang bisa meyakinkan anak didiknya bahwa yang
dijalani mereka merupakan hal yang paling penting bahkan sangat penting. Murid terangsang untuk mau mengikuti proses
belajar dengan konsentrasi yang penuh.
Seringkali ditemukan kegagalan
ditahap appersepsi menjadi awal kegagalan dalam penyampaian materi pokok-kegiatan inti- dan tahapan akhir. Dalam
memberikan motivasi mungkin juga diperlukan
satu atau dua contoh kesuksesan seseorang atau seorang tokoh. Kesuksesan bukan
hanya terdapat pada ending cerita itu saja namun juga harus dijelaskan proses
dalam mencapai kesuksesan itu.
Guru harus menjadi seorang motivator
yang mampu membangkitkan semangat anak didiknya. Banyak ditemukan sejumlah
murid yang mempunyai cita-cita yang tinggi karena dorongan dari gurunya yang
luar biasa, banyak murid yang bertambah asa dan keinginannya karena sentuhan
semangat gurunya.
Dalam kaitan dengan motivasi, guru
harus mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik, antara lain dengan
memerhatikan prinsip-prinsip peserta didik akan bekerja keras kalau ia punya
minat dan perhatian kepada pekerjaannya, memberikan tugas yang jelas dan dapat
dimengerti, memberikan penghargaan terhadap hasil kerja dan prestasi peserta
didik, menggunakan hadiah, dan hukuman secara efektif dan tepat guna. (E.Mulyasa
2013)
Motivasi akan lebih kena jika guru
mengerti siapa anakdidiknya itu?, latar belakang anak didik, orang mana, siapa
orang tuanya,apa pekerjaan orang tuanya dan lain sebagainya. Kata pepatah tak
kenal maka tak sayang.
Ada tiga kunci utama dalam motivasi
ini, pertama, faktor gurunya, guru harus siap digugu dan ditiru, artinya akhlak
guru dahulukan. Sebagai motivator guru sendiri harus kelihatan orang yang
berjiwa optimis dalam menjalani proses belajar mengajar. Katakan kepada anak
didik “Kamu semua sebagai generasi penerus yang pasti bisa berbuat baik !”
Kedua adalah anak didik, perlakukan
mereka sebagai permata yang akan banyak manfaat dan kebaikan baik untuk kita
maupun untuk khalayak umum. Dengan begitu kita tidak akan semena-mena terhadap
anak didik, tidak akan mudah meninggalkan mereka malang dikelas,ataupun malang
di sekolah. Mereka adalah sosok-sosok yang akan menandai kemulyaan guru, yang
akan mendo’akan para guru-gurunya.
Ketiga adalah cara atau metode yang
akan digunakan guru dalam memotivasi anak didiknya. Factor ketiga ini cukup
banyak pilihan untuk para guru dalam melakukan motivasi terhadap anak didiknya.
Metode ceramah memang masih dianggap metode paling cocok dalam menyampaikan
motivasi. Pada era sekarang motivasi ceramah diselingi cerita pada infocus
(OHP), yang penting motivasilah anak didik kita !
Penulis adalah Guru PAI dan Budi Pekerti
SDN Cicalengka 08
BODATA
PENULIS
NAMA :
SAEPUDIN, S.Pd.I, M.Pd.I
TTL :
BANDUNG 23-12-1975
ALAMAT :
MARIUK, BOJONGSALAM RANCAEKEK BANDUNG
UNIT KERJA :
SDN CICALENGKA 08 KAB. BANDUNG
PENDIDIKAN :
S-1 IAI IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO
JATIM
S-2
UNINUS BANDUNG
ALUMNI PONPES : 1. TARBIYATUN NASYIIN JOMBANG JATIM
2. MA’HAD ALY PONPES SALAFIYAH SYAFIIYAH SUKOREJO
SITUBONDO JATIM
NO REK :
0074045537100 (BANK BJB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar