Jumat, 20 Oktober 2023

 

Menafsirkan Lagu Hymne Guru

Mengenang Sang Pencipta Lagu Hymne Guru

Sartono lahir 29 Mei 1923 dan wafat 1November 2015. Sang penggubah lagu hymne guru,ketika lagu beliau bergema terutama di peringatan hari guru nasional. Inilah bait syair lagu hymne guru

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku

Sebagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan 

Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

Makna terpujilah wahai engkau ibu bapak guru, guru merupakan profesi yang sangat terpuji, bayangkan di saat dia harus mendidik dan mengajari anak-anaknya masih mengabdikan waktunya untuk untuk anak orang lain. Di saat mungkin saja banyak orang-orang yang lupa akan mendidik anaknya karena sibuknya mereka dengan pekerjaan dan bisnis mereka. Banyak orang tua yang menyimpan harapan kepada para guru akan masa depan anak-anaknya. Itulah terpujinya para guru yang telah rela mendermakan ilmu dan waktunya untuk anak-anak yang lain.

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Guru akan selalu tertambat di hati para murid, bukan hanya nama tapi insan-wujud- guru itu sendiri.  Guru mungkin saja lupa akan nama-nama muridnya. Tapi raut wajah murid biasanya guru tahu. Murid terlebih lagi akan tahu bahwa itu gurunya walaupun sudah lama di telan waktu.         

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku, murid yang baik tentu tidak akan melupakan bakti pengetahuan sang guru yang telah ditumpahkan untuknya. Hati murid laksana sebuah ukiran yang indah akan bakti gurunya,tak lekang oleh waktu tak hilang oleh zaman.

Sebagai prasasti trimakasihku tuk pengabdianmu, guru dihati muridnya laksana prasasti yang menjadi kebanggaan sepanjang masa. Ini dilakukan sebagai rasa terimakasih murid kepada gurunya.

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, guru laksana cahaya lampu yang menerangi dari gelapnya pengetahuan. Mulanya tidak tahu menjadi tahu, asalnya malas menjadi rajin dengan dorongan guru. Kurang tahu sopan santun menjadi anak yang berakhlak berkat tauladan dari guru. Guru menyingkap tabir yang menghalangi dari berbagai belenggu dan gangguan.

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, guru menjadikan pikiran murid segar,press. Ketika murid kebingungan dengan pelajaran, guru datang menyikap tabir kebingungan itu laksana orang yang haus lalu diberi air minum. Petuah dan masukan dari guru menjadikan murid menemukan jalan kemana harus melangkah.

 Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa, dulu ketika kita dijajah banyak bermunculan pahlawan yang menyelamatkan dan memperjuangkan bangsa ini. Mereka rela mengorbankan apa saja yang ada pada mereka. Guru tampil tak ada bedanya dengan para pahlawan. Pahlawan berusaha menyelamatkan bangsa dari  rongrongan penjajah. Guru tampil menjadi pahlawan pengisi kemerdekaan dengan sekuat jiwa raga demi kesuksesan siswanya.

Bertaburan tanda jasa bagi para pahlawan nasional. Pahlawan nasional jumlahnya cukup banyak. Walaupun sebenarnya lebih banyak pahlawan yang tidak dikenal dan juga tidak diberi tanda jasa. Tanda jasa bagi guru memang ada namun sedikit guru yang mendapatkan tanda jasa jika dibandingkan dengan guru yang tidak mendapat tanda jasa. Itupun salah satu andil Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  

Penulis adalah Guru SDN Cicalengka 08      

 

   

BODATA PENULIS

NAMA                                   : SAEPUDIN, S.Pd.I, M.Pd.I

TTL                                         : BANDUNG 23-12-1975

ALAMAT                               : MARIUK, BOJONGSALAM RANCAEKEK BANDUNG

UNIT KERJA                         : SDN CICALENGKA 08     KAB. BANDUNG

PENDIDIKAN                      : S-1       IAI IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO JATIM

                                                S-2          UNINUS  BANDUNG

ALUMNI PONPES             : 1. TARBIYATUN NASYIIN JOMBANG JATIM

   2.  MA’HAD ALY PONPES SALAFIYAH SYAFIIYAH SUKOREJO SITUBONDO JATIM

NO REK                                 : 0074045537100  (BANK BJB)

 

 

 

                        

 

 

 

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar