Milad
PGRI
Oleh
: Saepudin
PGRI
yang lahir seratus hari setelah kemerdekaan merupakan wadah profesi organisasi
guru se-Indonesia. Tidak dipungkiri PGRI adalah sebuah organisais besar. Kelompok
yang hadir sebagai manifestasi dari rasa optimisme setelah kemerdekaan Republik
ini. Guru yang merupakan salah satu kelompok penggerak kemerdekaan
berkontribusi besar dalam kemerdekaan ini.
Guru
tidak bias dipisahkan dengan sekolah. Dimana ada sekolah mesti di sana ada
guru. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mempunyai guru yang baik pula.
Sekolah yang sukses adalah sekolah yang selalu didampingi oleh para guru yang
penuh tanggungjawab. Sekolah yang dicintai para alumninya adalah sekolah yang
mempunyai para guru yang berdedikasi tinggi. Sekolah yang menjadi tujuan para
orangtua siswa adalah sekolah yang di dalamnya ada guru-guru yang mencurahkan
segenap ilmu dan akhlaknya demi siswa-siswinya.
Terbentuknya
PGRI tak lepas dari idaman para pendirinya agar guru punya wadah yang mampu
memperhatikan nasib guru dan bermuara pada nasib para anak didik bangsa ini. Dengan
jiwa kemerdekaan yang ada pada dada-dada para pendiri kelompok ini maka
lahirlah organisasi PGRI.
Awal
berdiri persatuan guru terjadi tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia
Belanda (PGHB). Setelah itu bermunculan organisasi yang lain seperti Persatuan
Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD) Persatuan Guru Ambach School
(PGAS) dan organisasi guru yang lain. Pada tahun 1932 nama PGHB diubah menjadi
Presatuan Guru Indonesia (PGI). Pada
Kongres Guru Indonesia 24-25 Nopember 1945 di Surakarta Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI) didirikan tepat tanggal 25 Nopember 1945. Sampai sekarang
diperingati sebagai Hari Guru.
Yang
penulis soroti adalah gerak langkah organisasi yang besar ini. Mulai dari
Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Lalu ada pengurus
wilayah yang membawahi tiap-tiap propinsi, ada PGRI Kabupaten/Kota, lalu ada
pengurus cabang yang membawahi tiap-tiap kecamatanm bahkan ada PGRI ranting. Semua
mempunyai aturan main yang berlandaskan tentu kepada anggaran dasar dan
anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi ini.
Itikad
baik para pengurus organisasi ini dalam melaksanakan roda perjalanan sangat
dinanti oleh para anggotanya. Berbagai macam perhatian dan prestasi telah
direngkuh oleh PGRI. Lahirnya UU Guru dan Dosen adalah salah satu dari sekian
banyak prestasi yang ditorehkan oleh PGRI. Sehingga adanya perhatian terhadap
nasib para guru dengan adanya sertifikasi guru professional.
Dari
segudang perhatian dan prestasi PGRI memang tidak bias dipungkiri pula banyak
masalah yang belum terselesaikan oeh PGRI. Masih banyaknya guru-guru honor yang
penghasilannya jauh di bawah guru PNS. Masih ada guru-guru yang terlibat ke
meja hijau karena perlakuan yang kurang manusiawi terhadap anak didik. Ditemukan
pula dibeberapa daerah guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmu
yang dimilikinya karena minimnya tenaga pengajar yang relevan. Masih ada juga
guru yang tidak memahami kode etik guru. Dan permasalahan lain yang berhubungan
dengan guru di dunia pendidikan.
Namun
kita patut acungi jempol terhadap organisasi PGRI ini –walaupun dengan segala
kritik dan mungkin cemoohan- yang berjuang tanpa henti demi pendidikan di
Negara tercinta ini, Tak ada gading yang tak retak. Selamat Hari Guru ! Bravo
PGRI !
Penulis adalah Guru PAI dan Budi Pekerti
SDN Cicalengka 08
BODATA
PENULIS
NAMA :
SAEPUDIN, S.Pd.I, M.Pd.I
TTL :
BANDUNG 23-12-1975
ALAMAT :
MARIUK, BOJONGSALAM RANCAEKEK BANDUNG
UNIT KERJA :
SDN CICALENGKA 08 KAB. BANDUNG
PENDIDIKAN :
S-1 IAI IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO
JATIM
S-2
UNINUS BANDUNG
ALUMNI PONPES : TARBIYATUN NASYIIN JOMBANG JATIM
MA’HAD ALY PONPES
SALAFIYAH SYAFIIYAH SUKOREJO SITUBONDO JATIM
NO REK :
0074045537100 (BANK BJB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar